Seni Menulis Sistematis Bersama TPKI

 

             Diawal masa transisi menuju ramajaku, lebih tepatnya pada sekolah menengah, aku selalu terpana pada setiap rangkaian kata pada buku fiksi kusam di Rumah. Aku terpana setiap gambaran dan ilustrasi tulisannya dapat memenuhi mata imaji dan khayalanku. Setiap perspektif gaya tulisannya membawa kesan sudut pandang yang berbeda. Intinya, tumpukan buku kusam bapak selalu hebat dimataku. Meskipun begitu, dari banyaknya buku non-fiksi bacaan bapak, aku hanya dapat mentoleransi bacaan fiksi yang berlatar kehidupan pada umurku saat itu. Diriku suka iri dengan bapak dirumah, beliau bisa duduk diam seharian hanya membaca buku yang barusan ia beli setiap pulang kerja tugas luar kota. Diriku? Lima menit dengan alur yang flat sudah cukup membawaku untuk mengakhiri sesi membaca dihari tersebut. Darah membaca tak sedikitpun mengalir dalam diri dan pemikiranku. Tidak pernah terlintas dikepalaku untuk andil dalam menulis bait fakta dan kajian ilmiah yang melewati pembuktian empiris dan konkrit.

            Seiring berjalan waktu, kajian empiris sedikit demi sedikit harus diperkenalkan ke kehidupanku. Tuntutan ilmu pengetahun tidak pernah melepas kita untuk terus paham akan perkembangan ilmu pengetahuan. Namun hingga saat itu, aku hanya menulis makalah singkat hasil dari comot sana sini untuk memenuhi tuntutan tugas pengajar. Kelas makalahnya juga sederhana, hanya berupa pengkajian Pustaka tanpa pengolahan ataupun eksplorasi data. berlatarkan hal tersebut, tidak pernah terbesit bahwa karya ilmiah adalah hal yang akan menguras banyak sekali pemikiran. Tidak ada terbesit 12 halaman jurnal publikasi adalah hasil berbulan bulan lamanya riset seseorang yang harus banyak melewati “try and error”.

            Teknik Penulisan Karya Ilmiha, sebut saja TPKI, menjadi mata kuliah dikampusku yang memiliki bobot 3 SKS tetapi cukup membuat dunia kami seolah – olah berputar padanya. Setidaknya matakuliah ini memberi gambaran bagaimana proses dari pembentukan penelitian yang sistematis tersebut. Untukku yang tidak terbiasa dalam mencurahkan pikiran dalam sebuah karya ilmiah, ini adalah penyiksaan batin. Redaksi yang pernah terlintas dikepalaku bahwa “ini matakuliah santai yang setidaknya membantu sedikit dalam Tugas Akhirku” merupakan kesalahan awal yang kubuat. Kharismatik dan metode pengajaran dosen kami cukup membuat kami henyap dan membuat mataku taat untuk selalu memperhatikan kedepan. Jujur saja, maklumat dan bekal untuk persiapan tugas akhir nanti sangat dibantu oleh mata kuliah ini. Sistem penugasan seperti menulis blog juga terus memaksa kami berkembang dalam menyusun dan mengharmonisasikan kalimat setiap kalimatnya. Selain itu, penelitian yang menyerupai replikasi skripsi juga diberikan sebagai tuntutan pembelajaran kami. Dalam menyiapkan tugas ini memberikan banyak perspektif dan Langkah antisipasi untuk kedepan. Hanya tugas akhir mata kuliah ini yang mampu membuat anak kelasku terjaga dalam tidurnya hampir 3 hari lamanya. Jokes aside, Bisa dikatakan kami tidur 8 jam kumulatif dalam seminggu untuk menyelesaikan tugas akhirnya.

            Selama satu semester ini, kupikir karya ilmiah sifatnya kaku, nyatanya ia hidup dan akan semakin fleksibel ketika semakin tinggi jam terbang penelitinya. Piramida terbalik, alur maju mundur, semua seolah seperti garis lurus yang tidak boleh putus tetapi dapat diambil dari berbagai arah. Perspektif dari Karya Ilmiah memberikan sudut pandang bahwa segala hal dapat kita empiriskan selama terdapat landasan teori dan metode pengukuran yang tepat. Mencari masalah adalah kunci awal gagasan karya ilmiah.

            Bagi kami yang pertama kali memulai karya ilmiah, sedikit banyak mendapat rintangan dan “patah hati” dalam penyajian skripsi mini kelompok ini. Dalam blog ini juga, kusampaikan terimakasih kepada teman teman kelompokku. Terimakasih sudah terjaga dari tidur nyenyak selama kurang lebih 5 hari karena harus mengganti topik diakhir akhir masa presentasi. Terima kasiha kepada Filmon yang sudah berjuang dengan segala peta spasial Qgis-nya. Terima kasih kepada Shania yang sudah berjuang dalam mengolah data penelitian dengan Eviewsnya. Terimakasih ke Ajwa yang sudah mengkompilasi, Menyusun ulang, serta merapikan draft tulisan kami yang sangat berantakan. Lucu kalau diingat kembali kegiatan penelitan kelompok ini. Intinya, doaku kugantung tinggi kepada tuhan semoga tugas akhir kalian dilancarkan dan mendapat pembelajaran dari kelompok kita. Untuk teman kelasku, kugantung doaku semoga kalian diberi arah terbaik dalam Menyusun tugas akhir ini. Mata kuliah ini menjadi bekal hebatnya kita. 

            Dalam tulisan ini juga, kusampaikan terima kasih kepada dosen pengampu kami. Terima kasih kepada Bu Siska Rosa yang sudah terus “memaksa” kami untuk terus mengenal karya ilmiah. Dalam satu semester ini kami benar benar di bekalkan keilmuan “seni” penulisan ilmiah yang sistematis. Selamat kepada ibu, karena sudah memberikan ilmu yang terus bermanfaat kepada kami. Harapannya, kami menyelesaikan tugas akhir kami yang benar benar kami “cintai” dengan dasar Teknik Penulisan Karya Ilmiah ini. Pada tulisan ini juga, tanda akhir hubunganku dengan mata kuliah ini. Pada tulisan ini pula, gambaran dari “Aku dan TPKI”-ku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendekatan Pembangunan Ekonomi Provinsi Kalimantan Barat dengan Konsep Ekonomi Biru (Blue Economy)

Singkawang dalam Kacamata Kemiskinan

Venustraphobia? bawa santai aja